Pramusrenbang Kecamatan Jogonalan Fokus Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting

Pramusrenbang Kecamatan Jogonalan Fokus Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting

Jogonalan — Kecamatan Jogonalan melaksanakan kegiatan Pramusyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) dengan fokus pada percepatan pencegahan dan penurunan stunting, Senin (13/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyusun perencanaan pembangunan yang responsif terhadap persoalan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Berdasarkan data tahun 2026, prevalensi stunting di Kecamatan Jogonalan tercatat sebesar 9,30 persen, dengan jumlah 263 anak. Dengan jumlah penduduk sekitar 60.019 jiwa, persoalan stunting menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan daerah, terutama pada kelompok usia 0–5 tahun yang merupakan masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam Pramusrenbang tersebut turut dibahas kondisi dan sebaran kelompok sasaran yang menjadi perhatian dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Jogonalan.

Beberapa temuan penting berdasarkan data yang dibahas antara lain:

  • Desa Dompyongan memiliki jumlah balita usia 0–23 bulan terbanyak.
  • Desa Prawatan memiliki jumlah balita usia 24–59 bulan dan remaja putri terbanyak.
  • Desa Joton mencatat jumlah calon pengantin terbanyak.
  • Desa Pakahan memiliki jumlah ibu hamil tertinggi.

Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas intervensi dan penyusunan program yang lebih tepat sasaran. Penanganan stunting tidak hanya berfokus pada anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga mencakup upaya pencegahan sejak masa remaja, calon pengantin, kehamilan, hingga periode awal kehidupan anak.

Selain membahas data sasaran, kegiatan Pramusrenbang juga mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelayanan serta kebutuhan intervensi lintas sektor. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, ketahanan pangan, hingga aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh karena faktor penyebabnya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, kondisi lingkungan, akses terhadap pangan bergizi, sanitasi, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Jogonalan. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, lembaga pendidikan, keluarga, serta masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai dengan bidang masing-masing.

Melalui Pramusrenbang ini, Kecamatan Jogonalan berkomitmen untuk terus mendorong perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat, sehingga program pencegahan dan penanganan stunting dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0