ASN Jogonalan Mengikuti Bimtek demi Pelayanan Publik yang Ramah Disabilitas
ASN Jogonalan Mengikuti Bimtek demi Pelayanan Publik yang
Ramah Disabilitas
Jogonalan 13/11/2025 – Pemerintah Kabupaten Klaten terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif melalui penyelenggaraan Pelatihan Sensitivitas Disabilitas dan Pelayanan Publik yang Responsif Disabilitas bagi Aparatur Sipil Negara Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10–12 November 2025 di Griya Persada Hotel Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelatihan tersebut diikuti oleh aparatur sipil negara dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, termasuk Puji Pramesti, S.Kom sebagai perwakilan dari Kecamatan Jogonalan.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam memberikan pelayanan publik yang lebih inklusif, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Pemerintah menyadari bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pemahaman, kepedulian, dan sensitivitas terhadap keberagaman masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang terbagi ke dalam lima modul utama, yaitu pengantar sensitivitas disabilitas, paradigma dan regulasi disabilitas, etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, aksesibilitas pelayanan publik yang responsif, serta perencanaan dan penganggaran yang inklusif.
Pada modul pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar disabilitas, berbagai jenis disabilitas, serta hak-hak penyandang disabilitas yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Materi ini bertujuan untuk membangun cara pandang yang lebih inklusif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selanjutnya, peserta diajak untuk memahami berbagai paradigma mengenai disabilitas, termasuk pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi. Selain itu, peserta juga mempelajari berbagai regulasi yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
Materi tentang etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas menjadi salah satu sesi yang mendapatkan perhatian besar dari para peserta. Dalam sesi ini, peserta mempelajari teknik komunikasi yang tepat, cara memberikan bantuan secara benar, serta pentingnya menghormati kemandirian penyandang disabilitas.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai aksesibilitas pelayanan publik, mulai dari penyediaan fasilitas fisik yang mudah diakses, aksesibilitas informasi, hingga penyediaan berbagai bentuk akomodasi yang diperlukan oleh penyandang disabilitas.
Sebagai bagian dari implementasi kebijakan jangka panjang, peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai penyusunan perencanaan dan penganggaran yang inklusif. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program dan kegiatan yang lebih berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.
Keikutsertaan Puji Pramesti, S.Kom dalam pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan di Kecamatan Jogonalan, khususnya dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih ramah, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan kerja masing-masing, melakukan identifikasi terhadap berbagai hambatan aksesibilitas, serta menyusun langkah-langkah perbaikan secara bertahap.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Klaten dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Dengan meningkatnya pemahaman aparatur terhadap isu disabilitas, diharapkan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat memperoleh pelayanan yang setara, bermartabat, dan tanpa diskriminasi.
What's Your Reaction?



